Tampilkan postingan dengan label SOLUSI Masalah Perkembangan Anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SOLUSI Masalah Perkembangan Anak. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 30 November 2013

Cara Terbaik Turunkan Demam Anak


Ketika anak demam, Mama segera mengusahakan agar demamnya turun dengan berbagai cara. Dalam laporan terbaru di jurnal Persatuan Dokter Anak Amerika tentang demam anak disebutkan bahwa orangtua sebaiknya berkonsentrasi untuk membuat anak merasa nyaman ketika demam dibanding menurunkan suhunya. Karena penyebab demam bisa beragam, usaha menurunkan panas juga bisa memperlambat kesembuhan. 

Beberapa hal yang perlu diketahui orangtua mengenai demam adalah demam bukanlah penyakit utama, kondisi ini merupakan reaksi tubuh alamiah terhadap suatu penyakit. Demam bisa pertanda tubuh sedang melawan infeksi karena suhu yang tinggi tersebut memperlambat pertumbuhan bakteri ataupun virus.

Oleh karena itu usaha mengatasi demam yang salah bisa memperpanjang masa sakit. Hal ini berbeda dengan pendapat orangtua sebelumnya bahwa demam bisa memperburuk suatu kondisi penyakit ataupun berdampak buruk secara umum terhadap anak mereka. (apakah Mama sempat berpikir demam membakar sel saraf anak? Mulai sekarang tidak perlu, Ma).

Banyak orangtua juga mencemaskan kejang demam. Obat penurun panas tidak terbukti dapat mencegah terjadinya kejang demam. Kejang (jika terjadi) biasanya disebabkan oleh kenaikan suhu tubuh yang pesat di tahap awal infeksi, seringkali sebelum para orangtua menyadari anaknya terkena demam.

Saat demam biarkan anak tersebut istirahat. Walaupun Anda berharap ia minum obat, tunggu saja saat ia terbangun meskipun jadwal pemberian obat penurun panas sudah berlalu. Hati-hati saat memberi obat ya, Ma. Pastikan dosisnya sesuai aturan di kemasan. Jika Anda memberi obat penurun panas golongan acetaminophen ataupun ibuprofen, pastikan Anda tidak memberi obat batuk atau flu yang mengandung antipyretic. Pemberian dua jenis obat tersebut. secara bersamaan dapat menimbulkan overdosis.

Hingga bayi berusia 4 bulan, jika ia demam hingga 38,5 derajat Celcius, orangtua harus segera menghubungi dokter anak. Meskipun begitu, usahakan tidak hanya berfokus pada angka-angka di termometer. Yang paling utama, obat penurun panas sebaiknya digunakan sebagai bantuan untuk membuat anak merasa nyaman. Jika walaupun demam anak terlihat tenang dan tidak rewel, Anda tidak harus memberinya obat penurun panas. (Fina Khairaty/foto:dok.FEminagroup)
http://www.parenting.co.id/article/balita/cara.terbaik.turunkan.demam.anak/001/003/206

Anak Menyentuh Alat Kelamin, Normalkah?


Sejak lepas dari popok, Reynard (2) senang memasukkan tangannya ke dalam celana. Mamanya, Mariskha Renata, yang tinggal di Jatibening, Jakarta, tahu bahwa itu adalah perilaku yang normal, tetapi tetap saja merasa risih dibuatnya. Terlebih bila tindakan itu dilakukan di luar rumah. “Saya bolak-balik melarang Reynard, tetapi tetap saja dia begitu lagi,” keluh Mariskha.

Bagi batita, semua jenis penjelajahan adalah normal, Ma! ”Eksplorasi pada alat kelamin sama tak berdosa-nya dengan penjelajahan pada tangan, kaki dan wajah,” kata Keyvan Geula, terapis anak dan keluarga dari California, Amerika.

Pada mulanya, anak menyentuh alat kelaminnya karena dorongan rasa ingin tahu. Setelah menemukan bahwa tindakan itu bisa menimbulkan sensasi nikmat, tangannya akan sering kembali lagi ke sana.

Meski menimbulkan perasaan risih, Mama tak perlu khawatir berlebihan, karena tindakan itu bukanlah masturbasi dan sama sekali tidak mengarah pada perilaku seksual. Melarang anak mengeksplorasi alat kelamin kemungkinan akan meningkatkan frekuensi kegiatannya. Juga, akan menimbulkan pikiran pada anak bahwa sensasi nikmat yang dia rasakan adalah suatu hal yang buruk dan terlarang.

Lalu apa pendekatan terbaik? ”Jika berada di rumah, abaikan saja tingkah lakunya itu. Reaksi berlebihan malah akan membuatnya tambah ingin tahu,” kata Geula. Beda ceritanya kalau anak melakukannya di tempat umum. Selain menyalahi norma kesopanan, tindakan tersebut juga berisiko menimbulkan rangsangan yang berbahaya pada pelaku pedofilia (kelainan seks yang menyukai hubungan seksual dengan anak-anak), jika kebetulan menyaksikannya.
http://www.parenting.co.id/article/balita/anak.menyentuh.alat.kelamin.normalkah/001/003/932

Selasa, 29 Januari 2013

80 SOLUSI Masalah Perkembangan Anak

80 Solusi Masalah Perkembangan Anak

1. Apa saja yang harus diperhatikan orangtua agar anak memiliki kesehatan yang optimal????
 Setidaknya ada 5 hal penting yang harus diperhatikan orang tua, yaitu :

       a. Pola Makan
          Cukupi kebutuhan nutrisi anak setiap hari. Sajikan dengan porsi seimbang dan bervariasi ; terdiri atas karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral. Pola ini dikenal sebagai makanan 4 sehat 5 sempurna.Bila perlu lengkapi dengan multivitamin atau suplement penguat kekebalan tubuh. Hindari aneka jajanan tidak sehat. Kebersihan bahan-bahan makanan yang diragukan dan proses pembuatan yang tidak higienis memudahkan bibit penyakit masuk dan menyerang tubuh. Hal serupa juga akan menimpa anak yang senang pilih-pilih makanan tertentu (picky eater). Kebiasaan mereka yang hanya makan mi dan mi saja atau cuma mau minum susu meski usianya bukan bayi lagi akan mengurangi optimalisasi pemenuhan kebutuhan nutrisi yang seimbang.

       b. Cukup Istirahat


       Ibarat baterai yang harus di cas, istirahat sangat penting untuk mengembalikan fungsi sel-sel tubuh sehabis beraktifitas. Istirahat yang cukup selain menyegarkan juga menyehatkan. Agar sikecil cukup istirahat, .....




       c. Olahraga Teratur dan Terukur
anshar dan alfi bermain bola
       Olahraga sangat baik untuk menjaga stamina dan daya tahan tubuh. Jika ada waktu luang, ajak anak berolahraga. Pilihlah jenis olahraga yang menyenangkan. Aneka permainan, ...







       d. Biasakan Hidup Bersih
       Hidup sehat identik dengan hidup bersih. Terapkan pola hidup bersih pada setiap aktifitas sehari-hari. Biasakan mencuci tangan sebelum makan, mandi setiap hari, dan makan makanan yang diolah secara bersih. Semua ini merupakan ......

       e. Ciptakan Lingkungan Sehat
       Pilihlah rumah dilokasi yang aman dan sehat. Jauh dari sumber polusi seperti ; sampah, air limbah pabrik, dan asap kendaraan bermotor, juga memiliki sanitasi dan ventilasi yang baik.Bersihkan perkarangan rumah, paling tidak 2 hari sekali, supaya tidak ada onggokan sampah. Begitu juga selokan ....


sumber : Tabloid-nakita