Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 18 Mei 2013

Ini Caranya Agar Anak Anda Kreatif



Jakarta, Siapa yang tidak kenal Mark Zuckerberg? Kreativitasnya menciptakan jejaring sosial Facebook menjadikan nama pemuda ini tenar. Ia merupakan salah satu orang yang bisa disebut kreatif karena idenya dapat membuahkan hasil dan bahkan menjadi ladang penghasilan baginya.

Nah, bagi Zuckerberg, penciptaan Facebook merupakan salah satu bentuk kreativitasnya ketika ia menghadapi masalah dalam studi. Kreativitas dalam menghadapi tantangan kehidupan ini merupakan salah satu aspek kreatif yang diciptakan dan ini diakui oleh Roslina Verauli, M.Psi seorang psikolog tumbuh kembang anak pada acara "Alpenliebe Kreasi Imajinasi Indonesia" yang bertempat di SD Negeri 02 Menteng, Jakarta, Kamis (16/5/2013).

Nah, apakah Anda ingin memiliki anak yang kreatif? Tak sulit ternyata. Vera mengungkapkan bahwa anak yang kreatif dapat diciptakan.

"Kreatif itu tidak cuma bawaan lahir, tetapi harus dibuat iklimnya untuk memaksimalkan potensi anak, kreativitasnya, dan agar anak dapat berpikir dengan cara yang berbeda," ujar Vera.

Selain itu, Vera mengatakan untuk menciptakan anak yang kreatif tak akan bisa dilakukan tanpa dukungan penuh dari orang tua. Oleh sebab itu orang tua harus membantu anak melihat lingkungan sekitarnya sembari mengajarkan anak untuk mencintai lingkungan.

"Berikan informasi yang berguna dan dapat membantu anak, kalau tidak memiliki informasi tentu tidak bisa kreatif," tambahnya.

Seperti diketahui, anak adalah peniru yang baik sehingga dengan melihat, mendengar, serta mengaplikasikannya dalam kehidupan tentu anak dapat menjadi lebih kreatif. Namu, untuk mendukung hal ini tentu caranya berbeda-beda sesuai dengan usia dan tempramen anak.

"Ketika anak masih kecil ia akan membutuhkan Anda (orang tua) lebih lama, tetapi ketika mereka beranjak remaja orang tua hanya akan menjadi penasihat bagi setiap keputusannya, jadi ketika masih kecil jadilah fasilitator dan ketika anak mulai besar jadilah supervisor bagi mereka," jelasnya.

Selain orang tua, guru di sekolah pun memiliki peran penting untuk memberikan stimulus kreatif pada anak. Sehingga sangat disarankan agar orang tua bekerja sama dengan pihak sekolah.

Hal ini dilakukan untuk mengetahui apakah anak dapat menjalani kehidupannya di sekolah dengan baik, karena pendidikan adalah salah satu fasilitas yang diberikan orang tua pada anak dalam proses tumbuh kembangnya. Yuk, kita ciptakan anak yang kreatif.



http://health.detik.com

Bunda, Ini Caranya Agar Anak Rajin Gosok Gigi


Jakarta, Apakah Anda mengalami kesulitan dalam mendidik anak untuk rajin menyikat gigi sebelum tidur? Menyikat gigi dengan tepat tidak bisa hanya dibicarakan saja kepada anak, melainkan harus dengan langkah 'tell, show, do'.

"Anak itu mencontoh kebiasaan orang tuanya. Jadi, ibu khususnya tidak boleh hanya menyuruh saja tetapi juga menunjukkan dan mempraktikkan bersama anak agar anak mau menyikat giginya," ujar Professional Relationship Manager Oral Care PT Unilever Indonesia Tbk, drg Ratu Mirah Afifah, GCClindent, MDSc.

Hal itu disampaikan dia dalam acara talkshow bertajuk Perilaku Menyikat Gigi dalam Keluarga pada Senin (6/5/2013) di Restoran Kembang Goela, Plaza Sentral, Sudirman Jakarta.

Acara tersebut turut dihadiri oleh psikolog anak Vera Itabiliana Hadiwidjojo. Vera mengatakan bahwa figur ibu sebagai orang dewasa pertama yang dekat dengan anak sangat berpengaruh dalam kegiatan menyikat gigi.

"Ibu itu sebagai agent of change dan juga orang dewasa yang pertama dekat dengan anak. Selain itu, ibu punya waktu lebih banyak bersama anak," kata Vera.

Berdasarkan survei yang dilakukan Unilever pada 165 keluarga di Jakarta selama 3 pekan diketahui bahwa sekitar 46 persen responden menyikat gigi hanya sekali sehari dengan frekuensi terbanyak dilakukan pagi hari. Padahal menyikat gigi pada malam hari lebih penting sebab aktivitas mulut saat tidur tidak lebih banyak daripada saat beraktivitas di siang hari.

"Oleh sebab itu, jika ibu sibuk bekerja dan tidak dapat menyikat gigi bersama anak setiap hari, gunakanlah hari Sabtu dan Minggu untuk melakukannya bersama-sama," kata drg Mirah.

Ia juga berpesan agar ibu tetap memerhatikan perkembangan anak dalam melakukan kegiatan ini. "Berikan reward jika anak berhasil melaksanakan sikat gigi sebelum tidur," tambah drg Mirah.


http://health.detik.com

Anak Bersikap Agresif? Ini Dia Faktor Pemicunya




Jakarta, Maraknya kasus geng motor tentu membawa perhatian khusus bagi masyarakat. Selain kebut-kebutan di jalan geng ini juga kerap menyakiti orang yang melintas di jalan.

Agresivitas yang tampil pada remaja ini ternyata bisa juga tercipta akibat faktor bawaan. Hal ini diungkapkan oleh psikolog Roslina Verauli, M.Psi pada detikHealth dan ditulis pada Jumat (17/5/2013).

"Agresifitas bisa jadi bawaan atau gen dari orang tuanya namun apakah hal ini akan tampil butuh faktor pencetus. Nah, faktor pencetusnya ini yang harus dicari tahu," ujarnya.

Menurut Vera ketika anak memiliki kecenderungan melakukan aksi destruktif jangan-jangan anaknya sudah punya conduct disorder atau gangguan conduct seperti menyakiti orang atau melanggar aturan. Ia pun mengatakan ada beberapa faktor yang dapat memicu timbulnya agresivitas ini.

"Beberapa faktornya adalah orang tua, karakter anaknya apakah tempramennya memang sulit diatur, kecerdasan yang kurang berkembang karena pendidikannya rendah. Kemudian lihat juga lingkungannya berisiko atau tidak, dan juga pemerintah ini termasuk dalam faktor pemicunya," kata Vera menjelaskan.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan Vera di lapas anak Tangerang, ia mendapatkan perbedaan kecenderungan antara kriminalitas anak Indonesia dibandingkan dengan negara lain. "Kalau dilihat di sini anak di negara Barat khususnya menjadi seperti itu karena mereka pernah menjadi korban, sedangkan kalau di Indonesia itu karena adanya lack of emphaty atau kurangnya empati terhadap orang lain," tuturnya.

Kurangnya empati diduga terjadi lagi-lagi karena pendidikan yang kurang serta pemahaman moral yang tidak tertanam dengan baik. Selain itu faktor orang tua yang cuek turut menjadi penyebab kurangnya empati.

"Anak-anak yang seperti itu kebanyakan orang tuanya buruh, pergi pagi pulang pagi sehingga keadaannya tidak kondusif," tutur Vera.

Jika anak memiliki sikap agresif, menurut Vera sebaiknya orang tua memberikan penyaluran dalam bentuk olahraga seperti tinju. Tetapi akan lebih baik jika ekspresi tersebut lebih dikelola dengan menanamkan serta mengembangkan rasa empati pada anak.

"Dengan mengembangkan empati maka anak akan lebih peka terhadap orang lain. Empati adalah dasar dari segala kebaikan," tutup Vera.



http://health.detik.com/

Minggu, 07 April 2013

Tips Pemberian Makanan Bayi Umur 0-24 Bulan


Tips Pemberian Makanan Balita Umur 0-24 Bulan | Kesehatan – Seorang ibu yang baik seyogyanya memberikan makanan yang sehat dan berkualitas bagi anak bayinya. Seiring dengan bertambahnya umur bayi, kemampuan anak bayi dalam menerima jenis asupan makanan akan berbeda menurut jenjang umurnya.
Agar kesehatan anak bayi tetap terjaga dan kebutuhan gizi anak bayi tercukupi perlu diperhatikan jenis makanan yang diberikan ke anak bayi anda. Berikut tips mengenai pemberian makanan bayi pada usia 0-24 bulan.
makanan bayi
Jenis makanan bayi umur 0-24 bulan dibagi menjadi 4 tahap :
a. Makanan bayi umur 0 – 6 bulan
b. Makanan bayi umur 6 – 9 bulan
c. Makanan anak umur 9 – 12 bulan
d. Makanan anak umur 12 – 24 bulan
Pada situasi khusus seperti anak sakit atau ibu bekerja, pemberian makanan bayi/anak perlu penanganan secara khusus.
A. MAKANAN BAYI UMUR 0 – 6 BULAN
1. Pemberian kolostrum
Kolostrum adalah ASI yang keluar pada hari-hari pertama, kental dan berwarna kekuning-kuningan. Kolostrum mengandung zat-zat gizi dan zat kekebalan yang tinggi.
2. Pemberian ASI saja/ ASI Eksklusif
Kontak fisik dan hisapan bayi akan merangsang produksi ASI terutama pada 30 menit pertama setelah lahir. Pada periode ini ASI saja sudah dapat memenuhi kebutuhan gizi bayi. Perlu diingat bahwa ASI adalah makanan terbaik untuk bayi. Menyusui sangat baik untuk bayi dan ibu. Dengan menyusui akan terbina hubungan kasih sayang antara ibu dan anak.
B. MAKANAN BAYI UMUR 6 BULAN
1. Pemberian ASI diteruskan
mp asi
2. Bayi mulai diperkenalkan dengan makanan pengganti ASI atau MP-ASI berbentuk lumat halus karena bayi sudah memiliki reflek mengunyah. Contoh MP-ASI berbentuk halus antara lain : bubur susu, biskuit yang ditambah air atau susu, pisang dan pepaya yang dilumatkan. Berikan untuk pertama kali salah satu jenis MP-ASI, misalnya pisang lumat. Berikan sedikit demi sedikit mulai dengan jumlah 1-2 sendok makan, 1-2 kali sehari. Berikan untuk beberapa hari secara tetap, kemudian baru dapat diberikan jenis MP-ASI yang lainnya.
3. Perlu diingat tiap kali berikan ASI lebih dulu baru MP-ASI, agar ASI dimanfaatkan seoptimal mungkin. MP-ASI berbentuk cairan diberikan dengan sendok, jangan sekali-kali menggunakan botol dan dot. Penggunaan botol dan dot berisiko selain dapat pula menyebabkan bayi mencret itu dapat mengakibatkan infeksi telinga.
4. Memberikan MP-ASI dengan botol dan dot untuk anak baduta sambil tiduran dapat menyebabkan infeksi telinga tengah, apabila MP-ASI masuk keruang tengah.
5. Memperkenalkan makanan baru pada bayi, namun jangan dipaksa. Kalau bayi sulit menerima, ulangi pemberiannya pada waktu bayi lapar, sedikit demi sedikit dengan sabar, sampai bayi terbiasa dengan rasa makanan tersebut.
C. MAKANAN BAYI UMUR 6 – 9 BULAN
1. Pemberian ASI pada bayi tetap dilanjutkan
2. Pada umur 6 bulan keadaan alat cerna sudah semakin kuat oleh karena itu, bayi mulai diperkenalkan dengan MP-ASI lumat 2 x sehari.
3. Untuk mempertinggi nilai gizi makanan, nasi tim bayi dapat ditambah sedikit demi sedikit sumber zat lemak, yaitu santan atau minyak kelapa/margarin. Bahan makanan ini dapat menambah kalori makanan bayi, disamping memberikan rasa enak juga mempertinggi penyerapan vit A dan zat gizi lain yang larut dalam lemak.
4. Setiap kali makan, berikanlah makanan pengganti ASI bayi dengan takaran paling sedikit sebagai berikut :
- Pada umur 6 bulan – beri 6 sendok makan
- Pada umur 7 bulan – beri 7 sendok makan
- Pada umur 8 bulan – beri 8 sendok makan
- Pada umur 9 bulan – beri 9 sendok makan
“ Bila bayi meminta lagi, ibu dapat menambahnya”
D. MAKANAN BAYI UMUR 9 – 12 BULAN
1. Pada umur 10 bulan bayi mulai dikenalkan dengan makanan keluarga secara bertahap. Karena merupakan makanan peralihan ke makanan keluarga, bentuk dan kepadatan nasi tim bayi harus diatur secara berangsur, lambat laun mendekati bentuk dan kepadatan makanan keluarga.
2. Pemberian makanan selingan 1 kali sehari. Pilihlah makanan selingan yang bernilai gizi tinggi, seperti bubur kacang ijo, buah, dll. usahakan agar makanan selingan dibuat sendiri agar kebersihannya terjamin.
3. Anak bayi perlu dikenalkan dengan beraneka ragam bahan makanan. Campurkanlah ke dalam makanan lembik berbagai lauk pauk dan sayuran secara bergantian. Pengenalan berbagai bahan makanan sejak usia dini akan berpengaruh baik terhadap kebiasaan makan yang sehat dikemudian hari.
E. MAKANAN ANAK UMUR 12 – 24 BULAN
1. Pemberian ASI dilanjutkan. Pada periode umur ini jumlah ASI sudah berkurang, tetapi masih merupakan sumber zat gizi yang berkualitas tinggi.
2. Pemberian makanan pengganti ASI atau makanan keluarga sekurang-kurangnya 3 kali sehari dengan porsi setengah makanan orang dewasa setiap kali makan. Selain itu tetap berikan makanan selingan 2 kali sehari.
3. Jenis variasi makanan diperhatikan dengan Padanan Bahan Makanan. Contoh nasi dapat diganti dengan: mie, bihun, roti, kentang, dll. Hati ayam diganti dengan: tahu, tempe, kacang ijo, telur, ikan. Bayam diganti dengan: daun kangkung, wortel, tomat. Bubur susu diganti dengan: bubur kacang ijo, bubur sumsum, biskuit, dll.
4. Menyapih anak harus bertahap, jangan dilakukan secara mendadak. Lakukan dengan cara mengurangi frekuensi pemberian ASI pada anak sedikit demi sedikit.


http://bacasitus.blogspot.com

Resep Cara Membuat Nugget Tempe yang Enak dan Disukai Anak

Hampir semua anak menyukai nugget. Namun mereka belum tahu bagaimana rasa nugget tempe. Ini salah satu siasat memasukkan nutrisi protein nabati ke dalam hidangan keluarga anda. Nugget umumnya berbahan dasar daging sapi atau ayam, maka tambahkan kaldu bubuk atau maggie blok ke dalam nugget tempe anda nanti.

Resep Cara Membuat Nugget Tempe yang Enak dan Disukai Anak
Nugget tempe, bergizi, rasanya enak dan disukai anak-anak


Resep Nugget Tempe

Bahan
  • Tempe
  • Telur
  • Tepung panir kuning

Bumbu
  • Bawang Putih
  • Merica bubuk
  • Garam

Cara membuat
  1. Kukus tempe lalu haluskan.
  2. Campur dengan bawang putih yang telah dihaluskan dengan garam, dan lada.
  3. Masukkan juga maggi blok yang telah dicairkan dengan air hangat.
  4. Masukkan telur yang telah dikocok.
  5. Campur semua bahan nugget lalu masukkan ke dalam plastik dan kukus.
  6. Setelah masak, keluarkan dalam plastik dan iris-iris setebal 1 cm.
  7. Gulung-gulung di kocokan telur dan diakhiri dengan tepung panir kuning.
  8. Masukkan ke dalam lemari pendingin.
  9. Goreng nugget sampai keemasan.
  10. Hidangkan dengan sambel botol.


http://www.makanansehat.web.id

Cara Membuat Aneka Nasi Tim Saring Untuk Bayi


Menurut rekomendasi WHO, sejak bayi baru lahir sampai usia 6 bulan berhak untuk mendapatkan ASI eksklusif dari ibunya. rekomendasi ini berdasarkan atas kondisi alat pencernaan bayi - 6 bulan yang belum terlalu kuat untuk mencerna aneka makanan selain ASI. Baru setelah 6 bulan bayi bisa diberikan makanan pendamping ASI atau yang biasa disebut MPASI. Jenis MPASI sendiri harus diberikan secara bertahap kepada bayi karena bayi masih dalam tahap belajar mencerna makanan sehingga harus diberikan makanan dengan tekstur yang lunak.

Nah, bila bayi sudah menginjak 6 bulan atau lebih anda dapat memberikan makanan bertekstur lunak untuk  melatih bayi anda mengunyah sekaligus menjadi makanan pendamping ASI. Nasi tim termasuk salah satu jenis makanan pendamping ASI yang direkomendasikan untuk bayi usia 7 - 9 bulan. Bila anda adalah ibu muda yang ingin memasakkan nasi tim, disini akan dijelaskan cara membuat aneka nasi tim untuk bayi usia 7 - 9 bulan. Karena ini sifatnya hanya pendamping ASI, maka anda tetap disarankan untuk memberikan ASI walaupun sudah bukan lagi menjadi asupan makanan utama bagi para bayi usia 7 - 9 bulan.


NASI TIM SARING BAYAM MERAH
Bahan:
  • 2 sdm beras merah
  • 200 ml santan
  • 450 ml kaldu sapi
  • 25 gr daging sapi giling
  • 25 gr daun bawang merah, iris kasar
  • 25 gr tomat, potong kecil-kecil
  • 1 butir kuning telur
Cara membuat nasi tim saring bayam merah:
  1. Rebus beras dan daging sapi giling ke dalam air kaldu sapi sampai lunak dan menjadi bubur
  2. Masukkan bahan - bahan yang lain dan masak sampai matang
  3. Angkat dari atas api dan dinginkan
  4. Haluskan nasi tim yang sudah dingin dengan menggunakan blender atau saringan kawat
Nasi tim bayam merah siap dikonsumsi bayi kita

NASI TIM SARING PISANG KEPOK
Bahan:
  • 2 buah pisang kepok matang, rebus sampai matang dan lunak. Kemudian haluskan
  • 50 gr daging ayam giling
  • 400 ml air kaldu yang dibuat dari ceker ayam
  • 50 gr wortel, parut halus
  • 100 ml asi
Cara membuat nasi tim saring pisang kepok:
  1. Rebus daging ayam giling kedalam air kaldu sampai matang
  2. Masukkan wortel, pisang, dan Asi. Masak selama 3 menit
  3. Angkat dari atas api dan dinginkan
  4. Haluskan nasi tim yang sudah dingin dengan menggunakan blender atau saringan kawat
  5. Nasi tim bayam merah siap dikonsumsi bayi kita
NASI TIM SARING AYAM SAYURAN
Bahan:
  • 650 ml air
  • 20 gr beras
  • 25 gr daging ayam giling
  • 30 gr tahu, potong kecil - kecil
  • 25 gr wortel serut
  • 30 gr tomat potong kecil - kecil
  • 1 sdt minyak zaitun
Cara membuat nasi tim ayam sayuran:
  1. Masukkan daging ayam, beras dan tahu ke dalam air. Aduk terus sampai kental dan menjadi bubur
  2. Masukkan wortel dan tomat ke dalam bubur. Aduk sampai matang dan kental
  3. Masukkan minyak zaitun, aduk sampai rata
  4. Dinginkan dan haluskan dengan blender / saringan kawat


http://carapedia.com

Makanan Yang Perlu Dihindari Bayi Di Bawah 1 Tahun

Seperti yang kita ketahui bahwa bayi itu masih belum memiliki kekebalan tubuh yang stabil. Karena itu kita sebagai ibu harus bisa memilah-milah makanan apa saja yang boleh diberikan dan tidak boleh diberikan kepada bayi kita.

Berikut adalah beberapa makanan yang perlu dihindari untuk bayi yang berusia di bawah 1 tahun:
  1. Makanan sarat bumbu
Dengan memberi makanan yang tidak sarat bumbu, kita mengajarkan pada bayi untuk lebih mengenal berbagai rasa alami dari bahan makanan yang kita berikan.
  1. Penyedap rasa / vetsin atau sejenisnya
Jenis garam yang terdapat dalam berbagai penyedap atau sejenisnya akan memperberat kinerja ginjal bayi yang belum sempurna.
  1. Daging Asap
Daging asap mengandung kadar garam yang cukup tinggi, sehingga dikhawatirkan akan mengganggu kinerja ginjal bayi.
  1. Susu sapi
Usahakan untuk memberikan ASI atau paling tidak susu formula sebagai campuran bahan makanan untuk bayi di bawah 1 tahun.
  1. Telur
Banyak juga bayi yang alergi dengan telur. Namun telur dapat diberikan pada bayi yang sudah agak besar (10 bulan ke atas), dengan harapan tubuhnya sudah lebih tahan terhadap alergi.
  1. Kacang
Hindari kacang untuk bayi yang mempunyai riwayat alergi.
  1. Madu
Jangan berikan madu pada bayi di bawah usia 10 bulan, karena dikhawatirkan pencernaannya masih rentan dan belum tahan jika kita memberikan madu yang kebetulan mengandung bakteri Clostridium botulinum.



http://www.makananbayi.org 

Anak Hiperaktif, Hindarilah Makanan Ini



Seorang ibu tentunya bahagia memiliki anak yang aktif, ceria dan sehat. Lantas, bagaimana jika keaktifan anak itu terlalu berlebihan? Tentunya hal ini akan membutuhkan perhatian lebih dari orang tuanya. Untuk mengatasinya, orang tua setidaknya harus memperhatikan asupan makanan anaknya yang tergolong hiperaktif.

Seperti dikutip dari She Knows, makanan yang dikonsumsi dapat mempengaruhi perilaku anak. Berikut adalah makanan yang harus dihindari bagi anak hiperaktif:

1. Makanan mengandung kadar gula tinggi atau karbohidrat olahan
Hindari nasi putih dan olahan tepung. Kedua jenis makanan ini  dapat mempengaruhi mood anak.
"Makanan ini dapat memicu pelepasan hormon stres seperti adrenalin dan kortisol yang dapat menciptakan perasaan cemas dan gelisah. Ini tentunya harus dihindari oleh anak hiperaktif karena akan membuat mereka menjadi lebih aktif, ‘’ kata Dr Ann Kulze, MD.

2. Makanan aditif
Kulze mengatakan, hindari makanan yang mengandung zat aditif, seperti pewarna, penambah rasa, pemanis buatan, dan karbohidrat olahan.
Makanan itu biasanya banyak terdapat di produk instan. "Makanan pilihan terburuk untuk anak hiperaktif adalah donat, pastries, cupcake, permen (khususnya dengan banyak pewarna), lunchables, pancake, soda, " kata Kulze.
"Makanan aditif dengan pewarna, pemanis buatan serta kandungan gula terlalu tinggi membuat sistem saraf terlalu aktif, " kata Dr Jennifer Greenfield, Pusat Kesehatan Chiropractic.


http://www.republika.co.id

5 Makanan yang Harus Dihindari Anak & Bahaya di Baliknya



img
Jakarta - Sudah seharusnya orangtua memperhatikan benar apa yang dikonsumsi oleh anak. Jangan hanya karena alasan sibuk, orangtua malah memberikan makanan yang tidak sehat. Untuk menghindarinya, simak lima makanan yang sebaiknya tidak Anda sajikanuntuk si kecil, seperti yang dikutip dari Lifemojo.

1. Chicken nuggets
Makanan ini merupakan salah satu makanan favorit anak-anak. Sayangnya, makanan ini mengandung banyak garam, perasa buatan dan bahan pengawet. Belum lagi chicken nugget dimasak dengan cara digoreng di dalam minyak yang kaya akan lemak trans (salah satu jenis lemak yang tidak baik bagi kesehatan karena bisa mengikis kolesterol baik) Memakannya dengan saus tomat atau sambal botolan tentu semakin memperparah keadaan.

Tak diragukan lagi, makanan ini memang lezat namun sedikit sekali nutrisi yang bisa diambil oleh tubuh. Sebaiknya, ganti chicken nugget dengan dada ayam bakar yang dibentuk lucu, mungkin diperlukan usaha dan kreatif lebih untuk membuatnya tapi ini berguna agar si kecil termotivasi untuk mengonsumsinya.

2. Sereal manis
Sereal manis dengan berbagai rasa seperti cokelat atau marshmellow juga menjadi santapan favorit si kecil saat sarapan. Sebagian sereal tersebut mengandung pengawet, minyak terhidrogenasi dan pewarna buatan. Solusinya, biasakan si kecil mengonsumsi sereal gandum utuh. Agar lebih nikmat, tambahkan kacang-kacangan, irisan buah atau kismis.

3. Kentang goreng
Ini adalah makanan yang sangat populer di kalangan anak-anak. Makanan ini memiliki kandungan lemak trans, kalori, natrium yang tinggi. Ganti camilan tak sehat ini dengan memberikan irisan wortel atau kentang panggang yang sehat.

4. Keripik kentang
Sama dengan kentang goreng, keripik kentang juga mengandung lemak trans dan natrium yang tinggi. Sebagian dari keripik yang dijual dipasaran juga terkait dengan isu akrilamida, senyawa karsinogenik yang menjadi pemicu kanker. Ganti snack si kecil dengan potongan sayuran atau potongan keripik jagung bakar.

5. Donat
Makanan ini tak hanya disukai anak, Anda yang sudah dewasa pun juga ikut menyukainya. Namun sayang sekali, makanan ini memiliki nilai gizi yang rendah. Donat biasanya mengandung gula halus, tepung, penambah rasa (vanili) dan sebagian minyak yang telah terhidrogenisasi. Semua itu berubah menjadi lemak trans yang telah dijelaskan di atas dapat menyebabkan penyakit jantung, diabetes, stroke dan kanker.


http://wolipop.detik.com

Rabu, 03 April 2013

6 Tips Pemberian Susu Formula pada Bayi


Air susu ibu adalah makanan terbaik yang dapat diberikan kepada anak Anda dalam enam bulan pertama kehidupan. Menyusui adalah cara alami untuk memberi makan bayi. ASI memiliki komposisi dan suhu yang tepat. Dengan menyusui, Anda juga mendekatkan tubuh dan melakukan kontak mata dengan anak Anda. Napas dan suara Anda menenangkan anak dan membuatnya akrab dengan Anda. ASI mengandung zat khusus yang melindungi bayi dari penyakit seperti pilek dan influenza. Selain itu, ASI mudah dan murah. Anda dapat memberikan ASI setiap saat dan di setiap tempat yang tenang. Anda tidak harus membersihkan botol dan menghabiskan uang untuk membelinya.
IMG_1117photo © 2010 bradleyolin | more info (via: Wylio)Namun, beberapa wanita tidak cukup memproduksi ASI, tidak memiliki waktu karena bekerja seharian penuh, memiliki masalah kesehatan atau kendala lain sehingga tidak bisa memberikan ASI secara memadai. Untuk itu, pemberian susu formula tidak terelakkan. Bila Anda termasuk dalam kelompok tersebut, berikut adalah tips pemberian susu formula yang perlu Anda perhatikan:

1. Pilih produk sesuai usia

Hal yang terpenting adalah memastikan kesesuaian produk dengan usia anak Anda. Setiap susu formula memiliki nutrisi dengan komposisi yang disesuaikan dengan usia anak. Jangan sekali-kali memberikan susu sapi biasa ke bayi. Susu itu tidak dianjurkan karena tidak memiliki unsur-unsur nutrisi yang tepat untuk bayi dan dapat memicu masalah pencernaan.
Ada banyak jenis susu formula di pasaran. Sejauh ini yang paling populer dan mungkin yang terbaik adalah susu formula yang terbuat dari susu sapi. Bagi bayi yang memiliki intoleransi laktosa, susu formula berbasis kedelai dan susu kambing bisa menjadi pilihan. Ada banyak merek yang tersedia di pasaran dan semua merek tunduk pada aturan dan pengawasan pemerintah (BPOM). Jadi, Anda tidak perlu khawatir dengan kandungannya. Kenyataannya, penelitian menunjukkan bahwa tidak banyak perbedaan kandungan nutrisi antar produk susu formula, yang semuanya dibuat menyerupai kandungan gizi pada ASI. Perbedaan antar produk biasanya terletak pada kadar gula, protein dan lemak. Semua susu formula bayi diperkaya dengan zat besi (untuk mencegah anemia) dan vitamin D (untuk mempromosikan pertumbuhan tulang). Beberapa susu formula juga dilengkapi dengan DHA dan ARA, yang ditemukan dalam ASI dan diperkirakan membantu pertumbuhan otak bayi.

2.Ikuti dosis yang dianjurkan

Jangan memberikan lebih atau kurang dari takaran yang ditunjukkan pada kemasan susu. Susu yang terlalu encer akan membuat bayi cepat lapar kembali, dan bila terlalu kental dapat menyulitkan pencernaannya. Selalu gunakan sendok takar yang disertakan dalam kemasan. Takaran satu sendok adalah satu sendok penuh yang diratakan.

3. Perhatikan kebersihan

Rebuslah dengan air mendidih botol, cincin dan dot susu yang sudah dicuci  sebelum digunakan kembali. Selalu gunakan air matang yang hangat untuk mencampur susu. Susu formula yang berada lebih dari satu jam pada suhu kamar tidak boleh diberikan kepada bayi Anda. Susu formula tidak steril, dan bakteri dapat bertahan hidup dalam susu meskipun Anda menggunakan air steril untuk mencampurnya. Di suhu ruangan, bakteri  itu akan berkembang biak dengan cepat. Bahkan jika Anda menyimpan susu formula di lemari es, bakteri dapat berkembang dalam beberapa jam. Anak Anda dapat mengalami infeksi perut bila meminumnya.

5. Jangan menjadwalkan pemberian susu

Nafsu makan bayi Anda bervariasi dari hari ke hari dan bulan ke bulan, jadi biarkan dia mengatur waktu makannya sendiri. Bayi Anda akan meminta susu sesering yang dia perlukan, selama Anda memahami dan menanggapi isyaratnya. Ketika bayi Anda baru lahir, dia akan minum sedikit tetapi sering, sehingga pemberian botol dilakukan setiap dua atau tiga jam sekali. Semakin besar, semakin besar porsi untuk setiap pemberian sehingga frekuensinya berkurang. Sebagai aturan umum, bayi Anda membutuhkan antara 150 ml dan 200 ml susu formula per kilogram berat tubuhnya per hari. Jadi, jika bayi Anda beratnya 5 kg, dia akan membutuhkan antara 750 ml dan 1.000 ml susu formula selama periode 24-jam untuk memuaskan rasa laparnya.

4. Berikan susu formula seperti memberikan ASI

Terutama pada bayi di bawah enam bulan, pemberian susu formula sebaiknya dilakukan seperti halnya memberikan ASI, yaitu dengan menggendong. Jaga kontak mata dan kontak kulit Anda, dan berbicaralah dengannya. Kedekatan dengan ibu adalah ”makanan batin” yang sangat dibutuhkan untuk perkembangannya.

6. Perhatikan saat pemberian susu

Miringkan botol sedikit sehingga ujung dot selalu penuh dengan susu, bukan udara. Anda akan melihat gelembung-gelembung di dalam botol saat bayi Anda mengisap. Dia mungkin mengisap dengan kuat lalu beristirahat di antaranya. Istirahat itu memberinya waktu untuk merasakan apakah sudah kenyang atau belum. Jika Anda mendengar suara bising ketika bayi Anda minum, mungkin terlalu banyak udara di botolnya. Periksalah apakah dot susu sudah terpasang dengan kencang dan posisi botol tidak terlalu miring.




http://majalahkesehatan.com

Aromaterapi untuk Bayi


Aromaterapi adalah terapi alternatif menggunakan minyak esensial wangi yang dirancang untuk memberikan manfaat fisik dan mental bagi orang dewasa dan anak-anak. Di Amerika Serikat, Perancis, Inggris,  dan negara maju lainnya aromaterapi telah lama menjadi bagian dari terapi medis.

Manfaat aromaterapi

Aroma adalah pintu gerbang ke jiwa kita. Penelitian di Amerika Serikat dan Eropa secara ilmiah menunjukkan bahwa bau/aroma memiliki pengaruh pada jiwa melebihi yang kita duga sebelumnya.  Ahli-ahli psikoterapi juga mulai menggunakan aroma untuk membangkitkan suasana hati, meningkatkan kinerja dan daya konsentrasi. Orang depresi dapat berubah menjadi bersemangat dan memiliki rasa percaya diri.
Minyak esensial alami (minyak atsiri) yang digunakan dalam aromaterapi diproses dari bunga, biji, kulit buah, kulit pohon, akar dan daun melalui penyulingan, ekstraksi atau pemerasan. Minyak tersebut biasanya mengandung asam organik di samping senyawa terpen, seskuiterpen, ester, alkohol, fenol, aldehida dan keton.
Minyak ensensial yang dipasarkan biasanya tidak murni, tapi dengan campuran (carrier) minyak nabati dan ditambahkan sejumlah zat seperti yodium dan vitamin E agar memiliki efek balancing. Minyak nabati yang digunakan sebagai campuran adalah minyak almond, jarak, kedelai, biji anggur dan bunga matahari.

Aromaterapi untuk bayi

Dalam perawatan bayi, aromaterapi digunakan untuk menenangkan bayi dan anak-anak agar tidak gelisah/rewel dan dapat tidur dengan nyenyak.
Minyak esensial yang berbeda memiliki sifat yang berbeda dan digunakan untuk alasan yang berbeda. Berikut adalah beberapa minyak esensial lembut yang sering digunakan untuk bayi:  geranium (graveolens pelargonium), lavender (lavandula angustifolia), mawar (rosa damascena), roman chamomile (Nobile chamaemelum), lemon, grapefruit, jeruk mandarin (aurantium sinensis).
Ada beberapa minyak atsiri yang tidak boleh dianjurkan untuk bayi, antara lain minyak atsiri tinggi menthone seperti peppermint (mentha piperita x) dan cornmint (mentha arvensis), hisop (hisop officinalis), basil (Ocimum basilicum),  dan juniper (juniperus communis).
Mintalah nasihat ahli aromaterapi untuk mendapatkan minyak yang sesuai dan aman bagi bayi Anda. Berhati-hatilah, karena aroma yang terlalu kuat justru dapat membuat bayi Anda sakit kepala dan mual. Bayi Anda juga dapat memiliki reaksi alergi terhadap minyak aromaterapi. Selalu lakukan pengujian terbatas terlebih dahulu sebelum Anda menerapkannya pada bayi Anda. Pada prinsipnya, jangan melakukan aromaterapi tanpa bimbingan ahli yang lebih kompeten. Usia bayi, pemakaian, jenis dan komposisi minyak aromaterapi sangat menentukan takaran yang tepat.
Beberapa contoh aromaterapi untuk bayi:
  • Gunakan lotion lavender ketika Anda memijat bayi Anda. Secara umum, minyak esensial yang diberikan melalui campuran lotion putih lebih baik daripada minyak nabati, yang tidak mudah diserap oleh kulit bayi dan mungkin terlalu licin.
  • Gunakan setetes kecil minyak lavender di pakaian bayi Anda, agar produk itu tidak kontak langsung dengan kulit halus bayi Anda.
  • Ganti sabun bayi Anda dengan sabun bercampuran lavender yang tersedia di pasar.
  • Gunakan pengharum ruangan dengan menaruh minyak lavender atau chamomile dalam alat penyebar aroma dan biarkan selama 15 menit agar menyebar di ruangan bayi.



http://majalahkesehatan.com

Selasa, 02 April 2013

7 Tips Perawatan Kulit Bayi


Kulit bayi sangat halus tetapi rentan terhadap perubahan suhu, kekeringan dan infeksi. Karena kelenjar keringat belum sepenuhnya berkembang, kulit bayi sangat sensitif terhadap suhu dingin dan panas. Meskipun kelenjar sebasea sudah terbentuk di kulit, tetapi mereka belum menghasilkan cukup minyak. Akibatnya, kulit bayi cenderung mudah kering. Kulit bayi juga rentan terhadap infeksi karena sistem perlindungan terhadap mikroorganisme belum sepenuhnya terbentuk. Oleh karena itu, perawatan yang baik terhadap kulit bayi yang sensitif sangatlah penting pada bulan-bulan pertama kehidupannya.
Berikut adalah 7 tips yang sangat dianjurkan dalam perawatan kulit bayi:

1. Mandikan bayi beberapa hari sekali, tetapi bersihkan kulitnya setiap hari.

Dalam empat bulan pertama, Anda sebaiknya tidak memandikan bayi setiap hari. Para pakar perawatan bayi menganjurkan untuk memandikan bayi seminggu sekali, terutama pada satu-dua bulan pertama kehidupan. Sabun khusus bayi memang lebih ramah terhadap kulit bayi, tetapi penggunaannya tidak boleh terlalu sering. Untuk menjaga agar kulit bayi tidak mengering karena sabun, ke dalam air mandinya Anda dapat menuangkan beberapa tetes minyak zaitun atau baby oil.
Anda harus membersihkan kulit bayi setiap hari dengan menyeka, terutama di daerah popok dan lipatan-lipatan kulit. Untuk daerah popok, Anda cukup membersihkan dengan kain lembab tanpa sabun. Karena sering dibersihkan, daerah ini rentan terhadap iritasi kulit. Pemberian minyak zaitun atau baby oil dapat mencegah iritasi. Minyak tersebut membentuk lapisan tak terlihat pada kulit, yang mempertahankan kelembaban kulit sekaligus melindungi dari iritasi. Untuk perawatan lipatan kulit di kaki, tangan dan leher, ambillah sejumput kapas yang dibasahi air dan teteskan sedikit minyak untuk menyerap dan membuang kotoran. Daerah lipatan leher sangat rentan kotor karena residu air susu.
Air yang digunakan untuk mandi atau menyeka sebaiknya memiliki kehangatan sedang, sekitar 37°C. Siapkan handuk hangat untuk membungkus dan menjadi alas sebelum dan sesudah bayi dibersihkan.

2. Lindungi bayi dari masalah kulit

Bayi dapat memiliki beberapa masalah atau kondisi kulit berikut:
Tanda lahir. Pada wajah dan leher bayi mungkin terbentuk tanda lahir berwarna kemerahan. Itu adalah kumpulan pembuluh darah– bukan ruam–karena tidak menonjol atau menyebabkan gatal. Penyebabnya adalah perubahan hormon setelah lahir. Tanda lahir ini biasanya akan memudar sendiri dalam beberapa minggu.  Anda tidak perlu mengobatinya.
Dermatitis. Kadang-kadang, bayi akan mengembangkan infeksi jamur di lipatan kulit. Jamur berjenis kandida sering menyebabkan ruam yang disebut dermatitis popok karena menyukai area yang hangat dan lembab. Lipatan leher bayi juga dapat menjadi lingkungan yang baik untuk kandida. Anda dapat mencegah dan mengatasi ruam dengan menjaga kulit tetap kering, misalnya dengan selalu memastikan popok dalam keadaan kering dan membedaki kulit bayi secukupnya. Bila ruam tidak membaik atau cenderung menyebar dalam beberapa hari, periksakan bayi Anda ke dokter. Dokter mungkin akan meresepkan krim sederhana untuk membunuh jamur tersebut.
Biang keringat. Dalam cuaca panas, kulit bayi dapat teriritasi oleh panas. Biang keringat akan muncul dalam bentuk benjolan-benjolan merah kecil di tempat yang sering basah oleh keringat, misalnya di area popok, ketiak, punggung dan leher. Menempatkan bayi di ruangan sejuk dan nyaman adalah cara terbaik untuk mencegah dan mengobati biang keringat. Pakaian longgar dan menjaga daerah yang terkena tetap kering juga dapat membantu.
Masalah lain. Pada kondisi kulit lainnya seperti eksim, jerawat, dermatitis seboroik, alergi, dll, Anda harus selalu berkonsultasi dengan dokter untuk perawatannya.

3. Lindungi bayi dari sinar matahari

Bayi pada tahun pertama kehidupannya tidak boleh terkena radiasi UV langsung. Pakaian rapat, topi dan kacamata hitam adalah sarana perlindungan terbaik terhadap UVA dan UVB matahari. Selain itu, Anda dapat memberikan krim perlindungan matahari (“tabir surya”) secukupnya pada kulit yang terbuka.

4. Gunakan kain berbahan katun

Usahakan untuk selalu mengenakan pakaian dan popok berbahan katun pada bayi. Katun bersifat ramah kulit, memiliki pori-pori, dan menyerap kelembaban. Hindarilah bahan sintetis.

5. Lindungi bayi dari cuaca dingin

Kulit bayi tidak cukup melindungi diri mereka dari cuaca dingin. Selimutilah bayi dengan pakaian dan selimut hangat bila dibawa bepergian yang membuatnya terpapar angin.

6. Gunakan minyak/balsem untuk menghangatkan

Dalam cuaca buruk, terutama di saat hawa dingin dan angin bertiup, disarankan untuk mengoleskan minyak kayu putih atau balsem penghangat khusus untuk bayi. Minyak ini beraroma wangi dan melindungi kulit dari cuaca buruk dan dehidrasi. Namun, berhati-hatilah ketika mengoleskan minyak/balsem tersebut jika bayi Anda memiliki ruam kulit, agar tidak memperparah kondisinya.

7. Lakukan pemijatan

Untuk kesehatan umum dan perawatan kulit bayi, Anda dapat melakukan pemijatan. Untuk keperluan ini, Anda dapat menggunakan minyak zaitun atau minyak esensial lain yang tidak membahayakan bayi dan dapat memicu asma.




http://majalahkesehatan.com

Cara menggendong bayi


Begitu Si Kecil lahir tentu hal yang sangat diinginkan oleh setiap orangtua adalah menyentuhnya. Naluri yang paling alamiah muncul adalah keinginan untuk menggendong. Tapi menggendong bayi pun ada kiatanya.Apa saja?

Hal pertama yang harus diperhatikan saat menggendong adalah bayi Anda belum mampu mengontrol gerakan kepalanya. Kepala bayi harus selalu ditahan agar tidak bergeser keras kekiri kekanan atau kedepan kebelakang. Pada waktu mengangkat bayi, gunakan kedua belah tangan sehingga anda dapat menopang tangan anda, terutama bila dia digendong dalam posisi tegak.

Kebutuhan atas sentuhan
Bayi memerlukan sentuhan. Sejak detik pertama bersama bayi, mulailah terbentuk ikatan batini yang bergantung pada sentuhan-sentuhan yang Anda berikan. Bayi selalu bereaksi terhadap cara anda menyentuhnya. Kelembutan dan kehangatan membuat dia nyaman, tetapi menangis bila disentuh secara kasar. Jangan ragu menggendong, mengayun, dan memeluknya karena bayi mengerti Anda mencintainya.


Sumber: http://www.wyethindonesia.com/$$Cara%20Menggendong.html

Tips Perawatan Gigi

Pada dasarnya, warna gigi kita yang sesungguhnya adalah putih. Namun dengan banyaknya zat-zat makanan yang melewati gigi juga oleh faktor usia, sehingga warna gigi tak bisa bertahan putih selamanya. Itulah yang semestinya kita jaga.

1. Rawatlah sebelum terlanjur menjadi rusak.
Gunakan sedotan jika anda minum kopi, teh, minuman bersoda dan juga anggur merah. Dengan demikian, minuman tak mengenai gigi secara langsung. Minuman-minuman tersebut biasanya menjadi penyebab kerusakan gigi yang sangat kuat.

2. Perbanyak mengkonsumsi makanan yang berperan sebagai pemutih gigi alami.Contohnya buah dan sayuran. Bahan-bahan alami yang cukup efektif untuk membersihkan gigi di antaranya: apel, wortel dan seledri.

3. Strawberry adalah buah pemutih gigi yang sangat spesial.
Caranya mudah. Hancurkan saja strawberry kemudian tempelkan pada seluruh gigi anda dengan menggunakan jari. Diamkan selama satu sampai dua menit. Setelah itu gosoklah gigi dengan menyeluruh sampai bersih.

4. Sejumlah zat bisa melekat di gigi anda dengan mudah.
Oleh karena itu anda harus mecegah terbentuknya noda gigi atau plak. Gunakan brokoli, daun selada atau bayam untuk mencegahnya. Sayur-sayuran itu terbukti sangat manjur untuk urusan mencegah noda gigi.

5. Gunakan pasta gigi yang berperan sebagai pemutih.
Biasanya model pasta gigi seperti ini banyak dijual di pasaran. Namun tentunya butuh waktu yang cukup lama dan perlakuan yang sangat intensif untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Sekarang sebagian besar pasta gigi telah menggunakan enzim dan formula kimia sehingga anda tak perlu ragu untuk mengkonsumsi pasta gigi berpemutih.

6. Menggosok gigi tiga kali sehari dan setiap selesai makan.Namun hati-hati dalam menyikat gigi. Jangan terlalu keras karena itu malah bisa membuat gigi abrasi dan rusak. Lebih bagusnya gunakan sikat gigi elektrik dan atur waktu menyikat gigi selama dua menit.

7. Bleaching atau pemutihan.
Model perawatan gigi semacam ini banyak tersedia di klinik gigi dan klinik kecantikan. Perawatan semacam ini bisa bertahan selama dua hingga tiga tahun. Tapi tetap saja setelah di bleaching, anda harus menjaga makanan dan minuman yang dikonsumsi.


http://kafeperempuan.com/showthread.php?t=16

9 KESALAHAN MERAWAT BAYI & MENGHINDARINYA


Walaupun orang tua sudah berusaha merawat bayinya sebaik mungkin dan sarat dengan teori-teori yang dibaca dari buku-buku
mengenai cara merawat bayi/anak, ibu dan ayah yang baru memiliki bayi masih sering melakukan kesalahan.
Mulai dari bayi yang tidak berhenti menangis sampai ke harus ruang gawat darurat sebuah rumah sakit. Berikut kesalahan yang kerap dilakukan dan cara mengatasinya.


1. Menengok bayi yang baru lahir

Bayi berusia di bawah enam bulan memerlukan waktu untuk membentuk sistem ketahanan tubuh yang kuat. Oleh sebab itu, Anda tidak boleh sungkan-sungkan meminta teman dan kerabat yang datang untuk mencuci tangan sebelum memegang bayi Anda dan minta kepada mereka untuk tidak berada terlalu dekat dengan bayi, terutama bila mereka sedang batuk atau flu.

Selain itu, hindari keramaian. Bila harus membawa si kecil keluar rumah, gendong anak dan hadapkan mukanya ke wajah Anda untuk menghindari orang yang tak dikenal berada dekat-dekat dengannya,

2. Pakaian

Bayi yang baru lahir sangat mudah kepanasan. Jadi, sebaiknya pakaikan baju yang tidak terlalu tertutup. Kenakan baju bayi sesuai cuaca sehingga dia tidak merasa terlalu kepanasan atau terlalu kedinginan.

3. Kunci sebagai pengganti mainan

Membiarkan anak Anda bermain dengan kunci sebagai pengganti mainan akan berisiko kunci tersebut dimasukkan ke dalam mulutnya. Bila gigi si kecil mulai tumbuh, simpan kunci-kunci karena kunci biasanya mengandung timah.
Walaupun kadarnya rendah, tetap merupakan salah satu faktor penyebab penurunan IQ. Kadar timah yang tinggi dapat menyebabkan kerusakan otak.

4. Tidur tengkurap

Penelitian menunjukkan, bayi yang tidur tengkurap di atas selimut yang lembut berisiko 21 kali lipat terserang SIDS (sudden infant death syndrome/sindroma kematian bayi mendadak) dibanding bayi yang tidur telentang di atas selimut yang tak terlalu lembut atau mudah bergeser.

5. Kekurangan cairan pada bayi yang tidak rewel

Ada bayi yang tenang dan tidak rewel dan orang tua mengira bayinya tidak lapar. Hal ini ternyata keliru. Beri makanan pada bayi secara teratur dan perhatikan apakah ia sudah cukup makan atau belum.
Tanda-tanda seorang bayi cukup makan adalah bila bayi mengompol paling tidak 6 kali dalam sehari pada usia satu minggu pertama sesudah kelahirannya. Bila Anda tidak melihat tanda-tanda ini, konsultasikan ke dokter.

6. Antibiotik

Banyak orang tua yang meminta dokter untuk memberikan antibiotik pada buah hatinya yang sedang sakit. Antibiotik tidak baik untuk penyakit yang disebabkan oleh virus yang umum seperti flu, muntah-muntah, diare, dan sakit tenggorokan (kecuali bila infeksi yang disebabkan oleh bakteri streptokokus). Selain itu, kebiasaan mengonsumsi antibiotik menyebabkan bayi menjadi kebal dan pada saat yang diperlukan antibiotik menjadi tidak berfungsi.

7. Dosis tepat

Beri obat pada si kecil sesuai dengan dosis yang disarankan. Dosis untuk bayi dan pada anak yang usianya lebih tua tidaklah sama. Untuk menghindari pemberian dosis yang berlebihan, ikuti saran yang diberikan dokter.

8. Benda-benda berbahaya

"Suatu hari saya menemukan kapur barus di dalam hidung anak saya", cerita seorang ibu yang mempunyai balita berusia 1,5 tahun. Begitu si kecil dapat merangkak, periksa seluruh sudut rumah Anda, perhatikan hal-hal yang berbahaya yang dapat dijangkau oleh anak Anda. Pindahkan stop kontak yang berada di bawah, singkirkan vas, pajangan-pajangan lain yang terbuat dari pecah-belah, ujung furnitur yang runcing, dan simpan obat-obatan dari tempat yang terjangkau oleh anak.

9. Anggapan bahwa alami berarti aman

Jangan menganggap bahwa produk alami aman bagi bayi sampai Anda mendapatkan kepastiannya dari dokter Anda. Hal yang sama berlaku bagi obat-obatan yang dapat Anda temukan di internet. Cetak informasi tersebut dan konsultasikan pada dokter anak Anda.

TIPS PENTING

* Kotoran bayi

Anda tidak perlu khawatir. Kadang kotoran bayi anda tampak aneh. Ada bayi yang kotorannya tidak keras, ada pula yang agak keras.

* Menggendong bayi

Pada usia 6 bulan sejak kelahirannya, sebaiknya Anda jangan terlalu sering menggendong si kecil.

* Demam

Pada bayi usia 6 minggu, Anda tidak perlu khawatir bila panas badannya mencapai 37°C sejauh dia tampak aktif dan gembira. Anda tidak perlu melarikannya ke rumah sakit, cukup menelepon dokter anak Anda.

* http://www.mail-archive.com/balita-anda
@balita-anda.com/msg93607.html

Minggu, 31 Maret 2013

Ingin Anak Cerdas? Berikan Nutrisi Ini


Memiliki anak cerdas adalah dambaan semua orang tua. Nah agar anak-anak Anda tumbuh cerdas, berikanlah nutrisi yang tepat untuk perkembangan otak. Apa saja?

Guru besar Departemen Gizi Masyarakat Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof Dr Ir Ali Khomsan, mengatakan makanan otak di masa pertumbuhan adalah protein dan omega 3. Nah, makanan yang kaya akan kandungan ini adalah ikan laut dalam.

"Orang yang suka makan ikan ketika kecil biasanya tumbuh lebih cerdas. Ikan yang dikonsumsi adalah ikan laut yang dagingnya tebal karena lemak namun kaya omega 3," jelas Prof Ali usai gebyar posyandu tumbuh aktif tanggap (TAT) di Gedung Basket, Gelora Bung Karno, Jl Asia Afrika, Senayan, Jakarta, dan ditulis pada Minggu (17/3/2013).

Meskipun sama-sama ikan, namun ikan air tawar tidak memiliki kandungan omega 3 sebesar ikan laut. Namun begitu, ikan air tawar juga memiliki protein yang tinggi.

"Jadi makanan yang baik untuk otak adalah omega 3, omega 6, kolesterol, dan protein," imbuh Prof Ali.

Dalam kesempatan itu dia menuturkan perlunya monitoring tumbuh kembang balita. Kegiatan penimbangan dan pencatatan yang dilakukan posyandu selama ini merupakan kegiatan sederhana yang memiliki manfaat luar biasa.

"Posyandu merupakan ujung tombak persoalan gizi. Menimbang adalah kegiatan sederhana tapi merupakan monitoring yang baik," lanjutnya.

Yang luar biasa dari posyandu adalah kadernya. Di mana rata-rata kader posyandu adalah mereka yang putus sekolah saat SMP dan saat ini memiliki pendapatan rumah tangga sekitar Rp 384 ribu.

"Menurut World Bank, yang masuk kategori miskin adalah yang punya penghasilan US$ 2 per kapita per hari, sehingga penghasilan yang dimiliki kader menunjukkan mereka masih berada dalam kemiskinan, tapi tetap melayani di posyandu meskipun tidak digaji," papar Prof Ali.

Nah, posyandu yang peduli TAT adalah posyandu yang mengembangkan jenis layanan tentang pemantauan dan pola asuh TAT pada anak balita. Aspek tumbuh yang dilakukan adalah penimbangan berat badan anak, pengukuran tinggi badan anak, dan pengukuran lingkar kepala atas anak.

Aspek aktif yang diperhatikan adalah kemampuan gerak kasar, kemampuan gerak halus, dan rasa ingin tahu. Sedangkan aspek tanggap yang dipantau adalah kemampuan berkomunikasi, kemampuan bergaul dan bermain, ekspresi emosi, dan kemandirian.


http://health.detik.com

Minggu, 24 Maret 2013

Basmi Jamur di Kulit Bayi



Basmi Jamur di Kulit Bayi Ayahbunda.co.id
Image by : Dokumentasi Ayahbunda
Walau tidak berakibat fatal, infeksi jamur pada bayi ini sebaiknya segera diatasi. Sebab, kesehatan dan kebersihan tubuh bayi Anda jadi taruhannya.

Sebenarnya, infeksi jamur pada kulit bisa dialami oleh siapa saja, tanpa mengenal usia. Meski begitu, bayi biasanya relatif lebih rentan terinfeksi jamur ketimbang orang dewasa. Ini antara lain karena kulit bayi, terutama yang lahir kurang bulan (prematur), lebih tipis. Nggak heran kalau masih kurang kuat melindungi tubuh.

Bisa karena bakat
. Timbulnya infeksi jamur ini bukan tanpa gejala. Biasanya, gejala yang timbul berbeda-beda, tergantung pada lokasi terjadinya infeksi dan jamur penyebabnya. Misalnya, gejala infeksi jamur yang menyerang kepala tentu saja lain dengan yang menyerang kaki

Bahkan, karena jamur yang jadi biang keladi infeksi beda-beda, maka gejala infeksi yang menyerang kepala bayi bisa saja beberapa macam. Untuk gampangnya, jenis jamur yang sering menginfeksi kulit dapat dikelompokkan menjadi tiga

Yang menarik adalah, faktor kerentanan bawaan atau bakat perlu pula jadi perhatian. Bukan apa-apa. Ada bayi/anak yang lebih mudah terinfeksi jamur ketimbang teman sebayanya. Para ahli menduga, ini ada hubungannya dengan jenis keringat bayi. Mungkin saja, keringatnya lebih berlemak sehingga mudah kena infeksi kulit seperti panu.

Beda usia, beda gangguan. Yang pasti, infeksi jamur yang terjadi pada bayi dan anak tidak sama. Mana yang lebih sering menyerang bayi? Umumnya sih, infeksi jamur jenis candida. Hanya saja, ini merupakan infeksi sekunder. Jadi, infeksi pada lipatan paha dan bokong bayi timbul karena sebelumnya sudah ada eksim popok yang berlangsung agak lama. Sampai lebih dari 3 hari!

Eksim popok adalah radang kulit pada daerah yang tertutup popok, serta ditandai dengan ruam, gelembung atau lecet dan biasanya amat gatal. Nah, kulit yang lembap dan peradangan (kerusakan jaringan) akan mempermudah terjadinya infeksi jamur

Pada anak yang lebih besar, infeksi jamur jenis ini banyak terjadi pada anak yang bertubuh gemuk. Selain banyak lipatan di ketiak atau paha, bayi kan sering berkeringat. Makanya, kulitnya sering lembap. Bila anak tinggal di negara beriklim tropis (panas dan lembap), seperti Indonesia, penyakit kulitnya akan tumbuh dengan subur

Penanganan jamur. Penanganan infeksi jamur kulit memang tergantung pada penyebabnya. Cuma saja, jika ada ruam (bintil-bintil merah) pada kulit bayi, sebaiknya Anda segera membawanya ke dokter. Yang penting, Anda harus tahu dulu penyebab gangguan kulit bayi. Gara-gara jamur atau bukan?

Bila bayi hanya terkena eksim popok, biasanya dokter tidak perlu memberi obat anti jamur. Kalaupun penyebab gangguannya benar-benar jamur, harus dicari tahu dulu jenisnya. Penampakan infeksi suatu jamur kadang-kadang mirip dengan infeksi jamur lain. Jadi, penanganannya harus ekstra hati-hati. Jika sampai obatnya salah, penyakit bayi tidak akan sembuh-sembuh.



http://www.ayahbunda.co.id 

Cara Hadapi Ruam Popok Bayi



Cara Hadapi Ruam Popok Bayi Ayahbunda.co.id
Image by : Dokumentasi Ayahbunda
Ruam popok pada bayi sebenarnya tidak sulit untuk diatasi. Orang tua harus memberi perhatian detil kebersihan dan kesehatan kulit bayi.

Daerah bokong bayi yang terus-menerus tertutup popok sehingga lembab, bisa menimbulkan masalah. Jika terjadi gesekan antara kulit (yang tipis dan lembut itu) dengan popok, timbul ruam (bintil-bintil merah pada kulit). Akibatnya, bayi Anda akan rewel berkepanjangan. Kalau tidak segera diatasi, ruam bisa melebar hingga lipatan paha, perut dan kemaluan bayi.

Selain lembab, ruam pada bokong bayi dan sekitarnya juga terjadi akibat:
  • Permukaan kulit terlalu lama terkena air seni dan tinja. Kotoran yang tak segera dibersihkan akan membentuk ammonia dan meningkatkan keasaman kulit bayi. Iritasi (radang) pada kulit pun muncul dan tambah parah jika tumbuh jamur dan bakteri di tempat itu.
  • Kulit bayi alergi terhadap bahan popok
  • Kulit bayi teriritasi popok kain yang dicuci dengan deterjen atau diberi pemutih, tetapi tidak dibilas dengan sempurna.
Cepat atasi:
  • Saat membersihkan bokong bayi, alirkan air ke arah bokongnya dan jangan menggosok kulitnya yang kemerahan.
  • Saat mengeringkan, tepuk-tepuk permukaan kulit dengan kain lembut. Angin-anginkan sebentar hingga mongering sendiri.
  • Gunakan krim atau salep khusus yang mengandung bahan zinc untuk melindungi kulit bayi yang terserang ruam.
  • Segera konsultasikan ke dokter bila ruam tidak hilang dalam jangka waktu 3 hari. Apalagi kalau kondisinya bertambah parah, seperti melepuh atau keluar rumah


http://www.ayahbunda.co.id/

Serupa Tapi Tak Sama



Serupa Tapi Tak Sama  Ayahbunda.co.id
Image by : Dokumentasi Ayahbunda
Serupa tapi tak sama. Ketiga kosmetik di bawah ini digunakan untuk membantu merawat dan memelihara kesehatan serta kelembutan kulit bayi. Fakta tentang baby oil, baby lotion, dan baby cream, perlu Anda cermati agar bisa mengoptimalkan gunanya, dan kulit bayi pun tetap sehat.



BABY OIL
BABY LOTION
BABY CREAM
Bahan dasar
Minyak mineral
Campuran minyak dan air, dengan kandungan air lebih banyak
Campuran minyak dan air, dengan kandungan minyak lebih banyak
  • Guna

  • Membantu membersihkan daerah popok (diaper area).
  • Melembutkan kulit.
  • Melembabkan kulit dan kerak pada kulit kepala agar mudah dibersihkan.

  • Melebutkan dan melembabkan kulit.
  • Membantu mencegah kekeringan kulit.

  • Menghambat kehilangan air pad akulit (terutama kulit kering pad abayi dengan eksim susu).
  • Membantu mencegah kekeringan kulit lebih lanjut.
  • Mengurangi gesekan dan pengelupasan kulit.
  • Melembutkan dan melembabkan kulit.

Digunakan pada
Tubuh dan kulit kepala.
Tubuh dan anggota gerak
Tubuh dan anggota gerak
Saran
  • Digunakan sesuai kebutuhan.
  • Jangan digunakan setiap hari.

  • Digunakan sehabis mandi.
  • Digunakan bila kulit bayi Anda terlihat kering.
  • Jangan digunakan pada seluruh tubuh sepanjang waktu.

  • Digunakan sehabis mandi.
  • Digunakan bila kulit bayi tampak kering, terkelupas atau pecah-pecah.
  • Jangan digunakan pada seluruh tubuh sepanjang waktu.



http://www.ayahbunda.co.id

Bayi Kok Berjerawat



Bayi Kok Berjerawat  Ayahbunda.co.id
Image by : Dokumentasi Ayahbunda
Siapa bilang kulit bayi selalu mulus bagai pualam.  Seringkali ada bintik-bintik merah di wajah dan tubuhnya.

Bintik-bintik merah seperti jerawat banyak dijumpai pada bayi. Bahkan hampir 20% bayi yang baru lahir akan memiliki bintik merah dengan ujung putih kekuning-kuningan yang bentuknya seperti jerawat. Tapi sebenarnya bintik itu berbeda dengan jerawat pada orang dewasa. Bintik-bintik merah yang menyerupai jerawat ini dalam istilah kedokteran disebut acne neonatorum atau ”jerawat bayi baru” memang biasanya timbul  di daerah sekitar pipi, dagu dan dahi. Tapi sering juga ditemukan di daerah punggung.

Ada beberapa penyebab munculnya bintik-bintik merah pada kulit bayi, di antaranya hormon kehamilan ibu yang masuk ke dalam tubuh janinnya. Hormon ini merangsang kelenjar minyak di dalam tubuh bayi sehingga aktif dan menghasilkan minyak secara berlebihan. Minyak berlebihan ini terhambat sel-sel mati pada pori-pori kulit bayi. Kedua faktor itu menyebabkan pori-pori tersumbat sehingga timbul jerawat. Jika tidak muncul sejak lahir, bintik-bintik merah ini akan muncul ketika bayi berumur antara 1-3 minggu. Tapi, setelah beberapa hari atau minggu ”jerawat” ini akan hilang tanpa meninggalkan bekas. Bintik-bintik merah ini biasanya tidak menyebabkan gatal.

Cara mengatasinya:
  • Jangan sering-sering menyentuh bintik-bintik merah itu, apalagi mencoba memencet dan mengeluarkan isinya sebab berisiko menimbulkan radang dan memperparah kondisinya.
  • Jaga kebersihan kulit wajah dan tubuh bayi, termasuk dari air liur, susu, dan makanan. Gunakan sabun bayi, handuk lembut, dan keringkan dengan baik. Tapi, jangan menyeka wajahnya dengan handuk terlalu keras agar tidak lecet.
  • Jangan mengoleskan krim, lotion, baby oil dan produk perawatan kulit lainnya pada bagian kulit yang ditumbuhi ”jerawat,” tapi gunakan salep dari dokter.
  • Hindari mengajak bayi beraktifitas di tengah cuaca terik, hindari pakaian bayi dari bahan kasar serta deterjen atau pelembut pakaian yang keras karena akan memperparah bintik-bintik merah yang ada.
Dapat dicegah! Caranya dengan selalu menjaga kebersihan kulit bayi. Memandikan bayi secara teratur menggunakan sabun khusus untuk bayi. Menggunakan produk perawatan kulit khusus untuk bayi dan sesuai dengan jenis kulitnya. Tidak memakaikan baju terlalu tebal.

Perbedaan antara bintik kemerahan yang berair dengan bintik kemerahan biasa? Bintik merah berair bisa merupakan gejala beberapa jenis gangguan kulit yang berbeda, antara lain:
  • Eksim atopik (eksim susu), yaitu peradangan pada kulit yang sering dialami bayi usia diatas 3 bulan, muncul di kedua pipi, lengan dan tungkai bawah.  Terasa gatal dan mengganggu tidur bayi. Pemicunya bisa alergi makanan atau susu.
  • Alergi makanan, biasanya disertai gejala lain, seperti kolik dan gangguan pencernaan (diare atau sembelit).
  • Alergi kosmetik, karena kulit bayi sangat sensitif dan rentan iritasi.
  • Cacar air, akibat infeksi virus, dan menimbulkan bintik-bintik merah pada kulit wajah, punggung serta bagian tubuh lain. Dalam beberapa hari, bintik merah berkembang menjadi lebih besar dan sangat gatal sebelum kemudian mengering.(me)



http://www.ayahbunda.co.id